Trip Menikmati Keindahan Pulau Sempu

Pulau Sempu

Nuansa keindaahan pulau sempu yang menjadi “Tutur tinular” bagi para Traveler, membuat kami penasaran akan keindahan tersebut. Nah…, makanya. Ditengah kesibukan mimin mengKoordinir project JM, Mimin ingin refresing sejenak melepas kepenatan. Kali ini saya selaku mimin ingin berbagi pengalaman luar biasa ke pulau Sempu, lebih tepatnya ke SEGARA ANAKAN/ SEGORO ANAKAN. Dan saat ini pula akan saya tulis lebih detail soal estimasi biayanya pula. Dan kebetulan biaya yang kami anggarkan membengkak gara-gara banyak hal tak terduga yang tak di anggarkan. Saya juga akan berbagi tips soal perjalanan kesana. Biar anda yang berencana pergi ke pulau sempu tidak merasa kecewa dan sedih. :D Karena tulisan ini sifatnya lebih detail dari tulisan sebelumnya yang berJudul Kebersamaan Terindah di pantai GOA CINA so …, silahkan anda simak baik-baik tulisan dan curhatan ato kisah sederhana menuju SEGORO ANAKAN pulau SEMPU. :travel Saya rasa saya gak perlu menjelaskan lagi pulau sempu itu seperti apa, karena semua itu sudah seperti di jelaskan di WikiPedia. :D

Okay, Selain curhatan tentang perjalan kami ke Pulau sempu. Disini saya juga akan berbagi tips dan juga beberapa akumulasi biaya perjalanan ke pulau sempu yang eksotis. [Kata orang-orang sih. bagi ane biasa aja kok. :D ] Mulai dari mana yach ceritanya. Saya juga bingung nih. :ngakak

Dimulai dari Rencana deh…, Kami merencanakan sejak dini. Awalnya lumayan banyak yang ikut. Tapi karena beberapa faktor. Menjadikan beberapa peserta yang ikut mengundurkan diri satu-persatu. :capedes

Tapi hal itu tidak menyurutkan semangat kami untuk berangkat menikmati keIndahan maha karya sang Pencipta. Kita merencanakan 1 bulan sebelum keberangkatan mulai dari kelengkapan, dan acara di sana mau ngapain aja. Nah…, pas Hari yang di nanti tiba. [15/Nov/2013] Kami mulai berangkat. Bermodalkan iuran 70ribuan/Kepala [Jumlah kami kurang lebih 13Orang] Kami akhirnya melancarkan serangan untuk misi menikmati keindahan alam. :D

Untuk sewa tenda dan lain-lain, kami mengAnggarkan biaya kisaran 600ribuan. Cek perlengkap sudah fix, kami berangkat pada hari jum’at 15/Nov/2013. Keberangkatan kami terbagi menjadi 2 Kelompok. Kelompok pertama start dari pos 1, dan kelompok berikutnya start dari pos 2. Untuk yang berangkat dari pos 1, kami mulai dari jam 7 Pagi. karena budaya eksotis kita gara-gara era globalisasi, akhirnya kami molor, dan start jam 8an. :Peace: Padahal keberangkatan sudah di rencanakan betul, tapi yach namanya juga pengaruh globalisasi jadi tetep aja molor. :D

Persiapan di POS1 [Tempat mimin]


Berangkat dari malang kota [POS 1] kira-kira 40 menitan sampai ke pos 2 [Turen], dan saat kita sampai di turen. kita atur bawaan kita. Karena bawaan yang lumayan bejibun, bagai korban Gusuran. jadi kami juga extra hati-hati dalam memposisikan barang dan juga mengatur siapa yang kuat membawanya. Kasihan juga kalau temen-teman yang gak bertenaga di suruh bawa beban tas Carrier yang beratnya melebihi berat beban konsiparasi hati si Viky.:ngakaks

 

Karena harinya adalah hari baik, yaitu hari Jum’at. Jadi kita harus berpacu dengan waktu juga biar saat sampai di sendang biru. Kita bisa menunaikan ibadah sholat Jum’at. Kami benar-benar memanage waktu agar tidak ketinggalan sholat jum’at. Dan lagi-lagi halangan kami hadapi. Ditengah perjalanan, terjadilah hujan. Oh iya…, paginya kita juga di guyur hujan. Jadi waktu pagi di POS 1 terjadi kemoloran itu selain faktor globalisasi budaya molor, ada faktor lain yaitu hujan yang menjadikan kita molor sejenak. :D

Balik lagi ke perjalanan, Walaupun hujan. Kami tetap menerjang. Karena kami juga sudah mempersiapkan Armor untuk hujan. :2thumbup

Saat hampir di lokasi, kira-kira 35 menit perjalanan dari pos2, kita berhenti sejenak untuk mengisi Bahan bakar. Sekalian juga cek perlengkapan. Walaupun tangki bahan bakar kelihatan penuh, tapi ada baiknya tetep anda isi. Karena medan yang Naik dan turun, kemudian menikung. Menjadikan konsumsi bahan bakar akan lebih boros.

Break di SPBU

Break seberang SPBU

Okay…, setelah break di SPBU. Kita lanjut perjalan yang penuh liku-liku. :D Bagi anda yang letih. Saya sarankan ganti posisi driver. Soalnya jalanan menuju ke Sendang biru agak berliku, dan juga tanjakan, turunan. Jadi memerlukan konsentrasi tinggi dan juga kondisi tubuh yang fit biar tidak terjadi hal yang aneh-aneh.

Dan saat tiba di TKP. Kita menyempatkan diri untuk Beribadah sholat jum’at di Sendang biru. Sambil istirahat sejenak. Kita kebetulan lewat belakang, lewat di daerah TPI [Tempat pelelangan Ikan], Nuansa pesisir sudah terlihat. Banyak perahu disana, menjadikan hastrat kita untuk menuju ke pulau sempu semakin Kuat dan semangat.

Setalah menunaikan ibadah sholat jum’at, selanjutnya kita menuju ke tempat di mana perahu-perahu itu Parkir. :D [kayak kendaraan bermotor aja]

Eits…, tapi sebelum naik perahu. Kita harus izin dulu di POS Informasi. Nah…., di pos tersebut kita nanti di ceramahin ini itu lah…, bagi saya dan teman-teman. Si Bapak penunggu POS itu dosen, yang memberikan kuliah singkat seputar cagar alam. Nah…., setelah di ceramahin ini itu. Karena kita belum ada yang pernah ke Segara anakan/Segoro anakan, akhirnya kita di suruh bawa POTTER [bukan penyihir ya…, tapi POTTER disini adalah Pemandu]. Jika kita tidak membawa potter, maka tuh bapak tidak mengizinkan kita untuk menuju sogoro anakan. Mau bagaimana lagi, setelah kita berpikir kayak orang tolol disana. Akhirnya kita sewa tuh Potter.

Setelah Semua prosedur sudah kita lalui, saatnya kami berangkat menyebrang. Dan jangan lupa yach, Ingat nomer perahunya. Terus catat no.HP si Nelayan yang mengantar anda.

Ceria saat di perahu

Jujur saja, saat proses menyebrang. Saya [mimin] phobia banget dengan yang namanya nyebrang menggunakan perahu. Karena basicnya saya gak bisa berenang, jadi saya phobia banget. :malus

Sedikit tips:

  1. Saat di tanya sudah pernah ke Segoro anakan, Anda bilang aja SUDAH PERNAH. kenapa….?! Soalnya jalur ke Segoro anakan sudah ada track nya. Walau di hutan seperti itu, jalur setapaknya sudah kelihatan. dan, biasanya Rombongan yang menuju segoro anakan juga banyak. Apalagi hari-hari libur atau Weekend. Dijamin banyak rombongannya deh. Tapi kalau anda ragu. Mendi sewa potter aja. Harga sewa untuk satu kali berangkat Rp. 100.000 jika di atas jam 14.00 harga sewa bakalan naik menjadi Rp. 150rb-an.
  2. Jangan sekali-kali menanyakan biaya izin. Karena, saat anda bertanya biaya izin, mereka akan menembak anda dengan harga tinggi. Terutama anda yang dari luar kota malang, dan rombongan di atas 10 Orang. Bakalan di tembak cukup mahal biaya izinnya. Sebenarnya izin di sana tidak di tarif biaya apapun, agan cukup meninggalkan rokok aja sebagai tanda terimakasih kepada bapak-bapak penunggu pos. Karena kami belum pernah sama sekali ke sana, dan minimnya biaya kami, kami menanyakan biaya izinnya berapa. dan langsung aja tuh Bapak-bapak menembak harga. kami kena biaya izin Rp. 50.000. Disinilah terjadi pembengkakan biaya selain sewa potter. :capedes:
  3. Siapkan dana Rp. 150.000 untuk penyebrangan. Nyebrang menggunakan perahu Berangkat-Pulang, Rp.100.000/Perahu/10 Orang. Saya rasa anda sudah paham kan dengan yang saya maksud. Yang bertulisan merah itu.
  4. Gunakan celana panjang yang tebal dan nyaman. Tapi kalau emang kulit anda kuat nahan saat jatuh-bangun gak masalah pakai celana pendek. Soalnya kami yakin anda bakalan jatuh bangun hutan saat perjalanan. Dan jangan kaget juga, medannya lumayan licin. Apalagi musim hujan.
  5. Gunakan sepatu yang dijamin kuat [Sepatu Khusus OUTDOOR], biasanya bisa sewa sepatu karet dengan harga 10rb di lokasi sana. Dan kadang juga anda bakalan di sarankan untuk sewa sepatu. Jangan sekali-kali sombong pakai sendal. Sendal gunung bermerk pun gak bakalan mampu menghadapi ganasnya track di hutan.
  6. Pastikan kondisi anda fit dan FIT banget.

Dan berikut ini Jempretan kami saat kami berada di teluk Semut. Ini adalah gerbang menuju ke Segoro Anakan.

Mempersiapkan untuk menyusuri hutan

Wajah masih ceria

Mengisi perut dulu sebelum jalan, Karena dari pagi belum makan.

Setelah semua sudah siap, perjalanan pun kami mulai. Dan bagi yang manja. Saya sarankan mending pulang ngikut Pak nelayan yang balik ke Pangkalan, karena perjalanan ke Segoro anakan bukan Rekreasinya anak yang manja. Disana nanti saya jamin anda bakalan melihat sosok pribadi teman-teman anda yang sesungguhan. Saya jamin itu. :army:

Track Pertama, saat kita memasuki hutan. Kita sudah di sambut dengan banyak tantangan sang petualang

Itu sedikit pic di hutan yang bisa kami ambil. Karena posisi hujan, jadi kami tidak bisa mengambil banyak gambar. Karena hujan akan merusak kamera kami. U know what i Mean LHA…

Perjalanan di tempuh untuk standart dan tanpa terlalu banyak beban memakan waktu 1 Jam-an. Nah…, karena banyak faktor yang menghambat kami, jadi kami memerlukan waktu 2 Jam 30 Menit untuk menuju ke segoro anakan. Dengan track yang penuh tantangan, saya yakin anda pasti akan jatuh bangun. Dan anda harus mempersiapkan itu semua. Makanya tadi saya memberikan tips untuk memastikan tubuh anda benar-banar fit. Akhirnya, seiring perjalanan waktu. Kami pun mampu sampai di segoro Anakan. Sungguh suatu hal yang luar biasa ketika kita sampai di segoro anakan. Anda pasti akan merasakan sensasi luar biasa ketika anda sampai di tempat tujuan. Saya tidak akan menjelaskannya. Karena rasa itu sangatlah luar biasa. Dan tidak pernah bisa di ungkapkan dengan kata-kata ketika anda melihat desir air dari segoro anakan. Berikut ini sedikit view yang kami ambil. Dan view inilah yang mengobati rasa letih kami.

Segoro Anakan – Sempu

View dari Bukit

Salah satu teman kami bersantai

Oh iya…, foto-foto itu kami ambil esok harinya. Kami sampai di TKP sudah sangat sore. Kita sampai di TKP selain sudah sore, kami juga sudah letih banget. Di tambah lagi suasananya hujan. Jadi kami tidak bisa bersenang-senang dengan lepas. Berikut ini saya lanjutkan foto-foto narsisnya. Karena beban yang saya bawa [mimin] bawa cukup berat, dari berangkat sampai di lokasi. Akhirnya esok hari sakit terasa tulang-tulang saya. Walaupun sering workout, itu tidak menjamin tubuh saya bakalan mampu menahan nyeri-nyeri tulang esok harinya. tapi dengan segala rasa syukur, mimin bersyukur salah satu crew kami yang ikut perjalanan ada yang berprofesi tukang pijet :ngakak

Nikmatnya di pijit sampai merem-melek ane ^_^

Okay…, setelah di pijit, waktunya liat tingkah konyol crew yang mulai mengGila. dan jangan kaget juga, walau pun sebagian dari mereka bertampang garang, tapi mereka juga memiliki sikap konyol yang gak kalah gila dengan para Pemain wayang di Stasiun TV swasta yang sudah terkenal itu. :D

Tuh.., lihat wajah lucu mereka

Tindakan Boodoh sih tukang pijet [Kebo] :capedes

Eits…, ada bule juga yang menuju ke Segoro Anakan lho !

Pose Ala Cover Boy …!! Ini ane yach si Mimin :malus

Nah…, biar anda tau bukit di sebelah tempat dimana anda bisa melihat view laut lepas disana. Ini adalah track menuju bukitnya. hati-hati ada tokai yach. Dan pastinya hati-hati juga saat menuju ke puncak, karena licin. Jadi Harus extra hati-hati. Kalau kita beruntung saat liat view Laut Lepas, kita bisa melihat Lumba-lumba. Keren deh pokoknya. Sayangya gak sempat kami potret tuh Lumba-lumba.

Track bukit

Menuju Puncak dan rame-rame Menikmati laut lepas

mimin Pose Lagi :malus

Lha…, mimin lagi

di Bukit ada Santo, mimin, Kebo Fahmi si tukang pijet [dari kiri]

Ini saat senja eh.., bukan. Saat pagi-pagi banget. Menikmati SunRise. Walau gak keliatan sih. tapi bisa seru-suruan. :D

Okay…, sudah cukup deh untuk foto-foto di bukitnya. Sekarang kita menuju ke Foto-foto Couple Of d’Trip yang selalu hadi di tiap perjalanan yang kami selenggarakan. Siap-siap. Monggo di simak.

Asyik…! yang bawa pasangan langsung berPose :D

Sarapan bareng makin asyik. sekelas Resto Bintang sejuta. :ngakaks

Lho…, kamu ngapain min nongol lagi ama si tukang pijet?? | Ini kan ane yang slalu hadir dalam trip. dan dalang dari trip. | ente Homo ya min kok ama masuk dalam kategori couple | ane normal oey…. :bata

Bersenang-senangnya sudah, eh…, tiba-tiba sudah menunjukkan senja. Matahari sudah tidak menampakkan cerahnya. Malam mulai datang. Sambil istirahat dan menunggu makan. Nih…, saya kasih pic saat di tenda.

Lagi masak nih pasangan, Maklum. Penganti baru. baru basah-basahan. :ngakaks

Suasana malam di tenda

Dan pastinya suasana malam sangat Basah, karena hujan. Nah…, disini makanya kami tidak sempat potret-potret di luar saat malam. Malam itu sangat rame sekali para KaulaMuda yang hadir camping disana. (sabtu, 16/11) Karena itu adalah weekend. Jadi wajar kalau rame. Makanya dari awal sudah saya jelaskan. gak usah takut sendirian. karena pasti rombongan banyak kok.

Persiapan pulang

esoknya kita mulai perjalanan pulang. Perjalanan pulang lumayan gak kalah melelahkan. Jalanan yang becek menjadi tantangan tersendiri. oh iya…, perlu anda ingat, Bawa sampah anda pulang. Ingat. Harus di bawa yach. kalau misalnya rombongan anda tidak bawa sampah. Anda bakalan di suruh balik lagi untuk mengambil sampah-sampahnya.

Narsis bersama Sebelum melangkahkan kaki untuk pulang

Narsis di hutan saat perjalan pulang

Dengan cuaca yang cukup cerah saat perjalan pulang. Menjadikan kucuran keringat sebagai bumbu pemanis perjalanan. Saya rasa, saya semakin Letih saat cuaca cerah. Karena tancapan kaki akan semakin dalam dan perlu kekuatan ekstra untuk menekan keluar kaki dari lumpur. Beda saat hujan. Dan ketika sampai di Teluk Semut, hal luar biasa yang kami rasakan. Rasa letih hilang saat kami membersihkan diri di teluk semut.

Membersihkan diri di teluk Semut, setelah jatuh bangun selama perjalanan

Cukup segitu dulu deh yang bisa saya bagikan kepada anda yang berencana liburan ke Pulau sempu. Dan saya pun sudah capek menulisnya. Maaf juga kalau menulis trip perjalannya agak lama. Soalnya saya juga banyak kesibukan, jadi gak sempat menulis. Sampai jumpa di Trip berikutnya. :travel

3 Comments

SILAHKAN KIRIM PERTANYAAN/KOMENTAR ANDA ...

Your email address will not be published. Required fields are marked *

[+] kaskus emoticons nartzco