Coretan tentang film “Cinta Tapi Beda”

Cinta tapi Beda

Cinta tapi beda, yach…, film ini kayaknya layak untuk ditonton. Dan saya pribadi penasaran banget pada waktu di iklankan di bulan Desember lalu. Sayangnya, film ini menuai banyak konflik. Sehingga peredarannya pun di tarik oleh pihak Sutradaranya. Okey…, emang belum waktunya saya untuk nonto film di Bioskop. :D

Padahal saya sudah berniat menyisihkan isi dompet untuk nonton nih film di bioskop. Niatnya sih gitu, itung-itung pertama kali nonton di Bioskop dengan film romantis indonesia. Seumur-umur saya belum pernah sama sekali nonton film di bioskop. Kebanyakan saya nonton filmnya di Laptop aja. :D

Tapi nasib berkata berbeda, film yang rencannya saya tonton malah di tarik peredarannya. Sedikit Sinopsis dan detail lengkap film “Cinta tapi Beda” karya Hanung Bramantyo bisa anda lihat di website 21. Anda bisa klik Disini.

Rumornya sih…, film ini ditarik karena menurut beberapa kalaangan dianggap memutar balikkan fakta. Yach…, saya pribadi sih kurang tahu soal hal tersebut. Yang saya tahu pasti, film itu kayaknya keren juga. Soalnya hampir mirip kisahnya kayak film Percintaan serupa yang berjudul fficial&client=firefox-a" target="_blank">“3 hati 2 Cinta 1 Dunia”, jujur saja. Waktu saya melihat film fficial&client=firefox-a" target="_blank">“3 hati 2 Cinta 1 Dunia” tersebut saya nangis. :malus Harap maklum, walau saya cowok yang belum merasakan indahnya pacaran, saya juga masih punya hati lho…. :D Okey…, back to Topic.

Film garapan Hanung ini dinilai Memutar balikkan fakta. Sehingga gabungan Masyarakat Minangkabau memprotesnya. Bahkan sampai ke PolRI lho. :serem
Menurut mereka, Negara Indonesia adalah Negara yang berlandaskan Pancasila yang menerima adanya perbedaan agama diantara masyarakatnya. Tapi Pancasila tidak sama dengan Pluralisme yang dipromasikan Hanung cs dalam film CTB. Artinya Hanung cs dengan sengaja mendorong masyarakat untuk mengganti budaya dan kepercayaannya (yang mungkin menurut pandangannya sudah ketinggalan zaman) dengan budaya dan keyakinan asing yang digambarkan dengan dalam film tersebut. Hal seperti ini harus menjadi kesadaran seluruh elemen bangsa agar kita sebagai bangsa yang besar dengan keragaman budaya tidak kehilangan identitas budayanya karena telah berganti dengan budaya yang datang dari luar tanpa disharing terlebih dahulu.

hmm…., kalau menurut saya. Benar juga tuh pendapat mereka. Bukannya saya membela satu sisi. Jujur saja, saya tidak tahu apa-apa mengenai hal ini. Dalam film tersebut, kalau ndak salah (saya dengar dari cerita temen yang sudah nonton), si Cahyo akhirnya memutuskan menikah dengan si Diana. Tapi mereka di tolak oleh pak pengulu karena beda agama. Dan…., kenapa mereka ditolak.

Okey…, sekarang mari kita bahas mengenai perbedaan keyakinan saat menjalin Hubungan Cinta. Berikut ini saya quote mengenai hal yang berhubungan dengan perbedaan keyakinan dalam menjalin CINTA. Diambil dari berbagai sumber kitab suci.

AL-KITAB:
Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap? (2Korintus 6:14)

BUDDHA:
Untuk mendapatkan kebahagiaan rumah tangga, paling tidak ada empat kesamaan sebagai syaratnya, yaitu:
1. kesamaan keyakinan atau agama,
2. kesamaan kemoralan atau sila,
3. kesamaan kedermawanan, serta
4. kesamaan kebijaksanaan.
www.samaggi-phala.or.id

HINDU:
Pemberian seorang gadis setelah terlebih dahulu dirias dan setelah menghormat kepada seorang ahli weda yang berbudi bahasa baik yang diundang oleh ayah si gadis, itulah perkimpoian brahma wiwaha.

Tafsirnya: seorang wanita yang hendak dikimpoii oleh seorang lelaki yang beragama Hindu (meyakini kitab suci Weda), hendaklah seorang wanita yang berpendidikan baik (dirias) dan seorang wanita yang taat beragama Hindu (karena ia harus terlebih dahulu mendapat restu orang tua dan disucikan oleh seorang Wiku). [Manawa Dharmasastra, Buku ke-III (Tritiyo ‘dhyayah) pasal 27]
http://stitidharma.org/

ISLAM:
Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mu’min lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mu’min) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mu’min lebih baik dari orang musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran (aL-Baqarah: 221)

INDONESIA:
Dan bonus dari negara tercinta kita :iloveindonesia pasal 2 ayat (1) Undang-Undang No. 1 tahun 1974 tentang Pernikahan berbunyi “Pernikahan adalah sah apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agama dan kepercayaan itu”.

sumber

Nah…, dari sedikit Quote diatas. Tentu anda bisa menyimpulkannya kan ?!?
Boleh atau tidaknya sejoli menjalin hubungan dengan yang beda iman. kalau saya pribadi masih bingung tentang hal ini. Soalnya, mulut bisa bicara dengan mudahnya saat menolak CINTA. tapi…., apakah hati anda berkata demikian juga.

Bagi anda yang menjalani hubungan CINTA tapi BEDA di dunia nyata, saya tahu apa yang anda rasa. Karena saya kayaknya mengalami hal yang sama seperti yang anda rasa. Dan momentnya pas banget saat ada film ini, sayangnya ditarik dari peredaran.

Jujur saja, saat ini saya merasakan hal yang sama seperti topik dan judul postingan ini. Memang itu sebuah bentuk hal tersulit yang dirasakan oleh hati. Sama seperti kutipan sinopsi Film ini, “bahwa mereka sesungguhnya telah diikrarkan bukan karena keyakinan, tapi karena cinta.” Hanya waktu yang dapat menjawabnya. :shakehand

2 Comments

SILAHKAN KIRIM PERTANYAAN/KOMENTAR ANDA ...

Your email address will not be published. Required fields are marked *

[+] kaskus emoticons nartzco